Sabtu, 27 Agustus 2016

Sebuah Perjalanan (1)

Assalamualaikum.
Selamat malam. 

Duh, nggak bisa tidur padahal lagi flu. Ada sih, kerjaan. Tapi maafkan mood yang sepertinya nggak lagi nggak mau dibawa mikir berat. PR saya menuntaskan cerita Cirebon Dadakan juga entah kenapa masih berat diselesaikan. Entah karena mood entah karena udah lupa lagi >_<

Malem ini, saya mau cerita sesuatu yang pribadi. Cukup berat sih untuk memutuskan mau cerita atau nggak. Karena mengingat rangkaiannya saja saya masih sering menangis, meskipun udah terjadi beberapa tahun yang lalu. 

Akhirnya malem ini mau cerita aja, deh. Gapapa nangis juga toh yang baca nggak lihat. He he. Saya awalnya ingin menutup semua cerita ini. Biar ini jadi rahasia saya. Bahkan A Angga (pacar saya) juga belum tahu. Saya sudah siap kalau Aa nggak suka dan meninggalkan saya ataupun kawan - kawan menilai saya buruk. Nggak masalah. Sudah biasa *eh

Ini udah pernah saya ceritakan di akun FB yang lama. Hanya saja, akun itu sudah saya hapus. Mungkin kawan - kawan menganggap saya lebay nantinya. Terimalah kenyataan bahwa ini blog saya. Saya bebas menulis apa saja. He he.

Minggu, 21 Agustus 2016

Beetalk : Discuss and Debate

Assalamualaikum. 
Selamat malam. 

Kali ini, saya mau prolog sedikit aja soal salah satu aplikasi yang saya favoritkan. Yaitu Beetalk. 

Awalnya mah biasa aja sih, nyari temen aja. Secara, bagi saya, di dunia nyata tuh susah ya dapat teman yang ngobrol. Aura ghoul yang saya punya mungkin terlalu kenceng, sehingga membuat orang - orang di sekitar saya mundur tiga petak duluan. Keberadaan medsos dan aplikasi - aplikasi begini ini sangat membantu seorang introvert seperti saya. 

Nah, Beetalk sendiri punya fitur Grup. Kita bisa gabung ke banyak grup yang sesuai sama minat kita. Seru - seru loh, grupnya.  Salah satunya, Discuss and Debate. 
 

Cirebon Dadakan (2) : Trusmi, Empal Gentong dan Kepanasan

Assalamualaikum. 
Selamat malem.
 
Lanjut ya, ceritanya!
Nah, setelah sampai di Cirebon, Bapak ngajak kami makan. Beliau merekomendasikan Empal Gentong Hj. Apud. Bapak sering kerja mobile, jadi Beliau selalu tahu tempat yang oke. Selain itu, Bapak memang orang sini, sih :D 

Saya yang omnivor ini tentu langsung semangat. Berbeda dengan Tedhy yang merengut mendengar kami akan makan daging. Maklum, dia vegan. 

Selepas dari pintu tol, saya nengok kiri kanan dengan heboh, seolah berusaha menangkap dan mengingat setiap inci jalanan yang kami lalui. Rasanya nggak percaya bisa jalan - jalan ke sana. Sampai akhirnya saya lihat billboard yang meyakinkan saya bahwa saya memang ada di Cirebon saat itu. 

Sabtu, 20 Agustus 2016

Cirebon Dadakan (1) : Diculik Bapak

Assalamualaikum ^^

Malam minggu, nih. Lagi bosan pula. Syukurlah saya punya sesuatu yang pengen banget saya bagi malam ini. Latepost, sih. Tapi baru malam ini saya sempat dan mood buat cerita. he he. 

Hari sudah lewat maghrib. Saya sudah sampai di rumah ketika Bapak menelepon. Bapak adalah orang yang saya tuakan, lah. Temen tapi rasanya nggak sopan menyebut beliau teman. Karena jarak usia kami jauh. Karena teman - teman saya tahu bahwa saya ini anak kamaran (udah bukan rumahan lagi karena diemnya di kamar terus), beberapa diantara teman - teman saya itu sering berbaik hati ngajakin bepergian. Nah kali ini, Bapak yang ajak. 

" Wi, besok ada acara? Aku pengen ke Cirebon. Mau ikut? " Ajak beliau. 
" MAU! " Saya jawab dengan semangat. He he.
" Oke. Ajak Tedhy, ya! " 


Telepon ditutup. Saya langsung kirim BBM ke Tedhy untuk menyampaikan ajakan Bapak barusan. Bapak berangkat dari Bekasi. Niat awal sih, saya dan Tedhy naik kereta dulu pagi - pagi ke stasiun Cirebon, baru nanti dari stasiun dijemput Bapak. Tapi ternyata jadwal kereta nggak ada yang pagi. Akhirnya Bapak ke Bandung dulu, baru kami sama - sama ke Cirebon.